Selasa, 31 Juli 2012

Selamatkan Muslim Rohingnya! (Pernyataan Sikap Pw Himi Persis JABAR)

Oleh: PW Himi Persis JABAR 
31 July 2012
Penindasan dan diskriminasi terhadap satu etnis atau agama tertentu sangat bertentangan dengan konstitusi hukum dan melanggar HAM. Apalagi penindasan yang disertai dengan dilarangnya dalam melakukan kewajibannya sebagai pemeluk agama. Penindasan Muslim Rohingya oleh etnis Buddha Rakhine adalah pelanggaran HAM yang sangat biadab. Muslim Rohingya harus segera dilindungi dan diselamatkan. Apa yang menimpa muslim etnis Rohingnya adalah persoalan martabat kemanusiaan, sangatlah tidak pantas bagi pemeluk agama apapun untuk melanggar rasa kemanusiaan, karena agama selalu mengajarkan kebaikan. 

Diselidik tidak hanya karena alasan agama kaum muslim Rohingnya dibantai, tetapi karena alasan kewarganegaraannya ditolak oleh pemerintah Myanmar. Padahal etnis Rohingya telah tinggal di negara bagian Arakan (Rakhine) jauh sebelum Myanmar merdeka dari Inggris pada 1945. Tidak hanya itu yang harus pemerintah Myanmar pertimbangkan, tetapi ada pasal 15 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948 yang menyatakan setiap orang berhak mempunyai kewarganegaraan dan tak seorangpun boleh dibatalkan kewarganegaraannya secara sewenang-wenang atau ditolak haknya untuk mengubah kewarganegaraannya.

Mirisnya, tragedi kemanusiaan ini tidak ada tanggapan yang solutif dari pemerintah Myanmar. Begitupun dari ASEAN dan PBB. Seharusnya, Indonesia mampu menjalankan fungsinya sebagai salah satu pendiri ASEAN untuk mendesak ASEAN dan PBB menyelesaikan permasalahan yang dihadapi etnik Rohingya di Myanmar.
Maka dari itu Pimpinan Wilayah Himi Persis Jawa Barat:
  • Mengajak seluruh kader Himi Persis dan umat islam untuk bahu membahu menyuarakan keadilan.
  • Menghimbau kepada seluruh kader Himi Persis dan umat Islam di Indonesia untuk membantu etnis Rohingya dalam menghadapi penganiayaan dan pembantaian dari Junta militer Myanmar.
  • Mendesak pemerintah RI untuk segera bertindak dan menjalankan fungsinya sebagai salah satu pendiri ASEAN untuk mendesak ASEAN dan PBB menyelesaikan permasalahan.
  • Mengutuk penindasan yang terjadi terhadap kaum muslim Rohingnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar